Hari ini adalah hari ulang tahun istri saya, untuk itu saya dedikasi video roving ini untuk istri saya. Silahkan tonton, anda pasti akan tertarik untuk mencoba nya
Dan bagi yang bertanya-tanya, target apa yang saya gunakan di video diatas? Silahkan tonton video di bawah ini.
Seperti judul diatas, kali ini saya ingin membagi salah satu cara saya latihan yaitu dengan menembak beberapa target dengan jarak yang berbeda, dan hanya boleh menggunakan 1 arrow untuk 1 target. Silahkan langsung aja tonton video dibawah ini.
Dari group panahan tradisional luar negeri, mereka secara teratur membuat challenge (tantangan), tujuannya just for fun, bukan untuk menunjukkan siapa yang paling jago memanah.... Nah kali ini tantangan yang dilontarkan adalah memanah baloon yg ditiup berdiameter 8 inchi ditaruh sejauh 60 yards atau 55 meter.
Video di bawah ini adalah video saya menjawab tantang tersebut
Dalam video ini, saya menunjukkan bahwa saya jauh lebih senang latihan memanah di alam dari pada di archery range.... Dan benar, saya lebih suka menyendiri di alam sambil latihan memanah ketimbang ramai-ramai di club memanah atau archery range.... Tapi bukan berarti saya "anti latihan bersama". Jika latihan di alam, disini saya bisa lebih fokus dengan apa yang saya butuhkan, saya bisa latihan sesuai kebutuhan saya... Saya mencoba latihan dengan dikondisikan seperti saat berburu, saya sengaja membawa backpack di punggung saya, saya latihan memanah dari segala macam posisi; berdiri, jongkok, membungkuk, sembunyi di belakang pohon, sembunyi di gundukan tanah, shooting dg target lebih rendah, shooting dengan target lebih tinggi, shooting dengan menggunakan camou net, shooting diantara sela-sela daun-daun dll. Bagi saya hal ini sangat menyenangkan... Ketimbang monoton latihan dengan posisi itu itu saja....
Video ini tidak meliput semua latihan saya, karena ada banyak latihan saya yang tidak saya videokan karena keterbatasan waktu, alat dan tim pengambil gambar... Namun, kurang lebih seperti inilah latihan rutin saya. Saya juga masih latihan di rumah dengan jarak maksimal 13 meter jika saya tidak bisa pergi ke hutan. Di hutan, jarak latihan saya bervariasi mulai dari 10 meter sampai 25 meter.
Perhatikan juga quiver yang saya pakai, menurut saya quiver ini sangat ideal untuk berburu, karena relative mudah akses menjangkau arrows nya ketimbang back quiver, dan saat masuk ke dalam hutan yg banyak ranting-ranting justru back quiver sangat mengganggu kadang arrows akan tersangkut di ranting-ranting, juga back quiver tidak mungkin dipadukan dengan backpack... sedangkan kondisi berburu seringkali saya harus membawa peralatan/perbekalan yang cukup dan harus saya simpan di backpack. Sedangkan side quiver (quiver yg di pinggang) menurut saya jika berjalan, akan berisik suara gesekan dan tabrakan arrows karena side quiver akan bergoyang-goyang terbentur paha saat berjalan, tentu saja itu sangat tidak ideal untuk berburu karena akan membuat hewan buruan jadi lari..... Namun itu semua hanya masalah preference, tentu saja pendapat anda bisa berbeda....
Semoga anda menikmati video saya ini.
Btw, beberapa hari sebelum saya membuat video diatas, saya juga membuat video di bawah ini yang tidak kalah serunya....
Hari ini saya mencoba keberuntungan saya untuk berburu burung kuntul dan burung camar, walaupun saya tahu itu pasti susah sekali... tetapi why not, sekalian beraktifitas outdoors....
Well, seperti yang bisa ditebak, saya belum beruntung... tetapi saya sudah mulai memahami, mudah2an next time saya bisa berhasil mendapatkan burung kuntul... tonton video nya dibawah ini
Sore ini saya mencoba primitive bow fishing untuk yang pertama kalinya. Saya memakai longbow 68", 65# dengan arrow kayu bermata panah batu yang saya buat sendiri dengan teknik flintknapping.
Pada tanggal 1 Ramadhan 1436H/18 Juni 2015 kami berangkat ke tambak bandeng yang tambaknya sangat luas tetapi ikannya hanya 80 ekor menurut pemilik tambak, ikan bandeng ini adalah bandeng kawak, yang waktu panen terakhir memang tidak ikut dipanen tetapi dibiarkan lebih besar, sehingga jumlah ikannya pun terdata. Nah karena tambak ini akan dikuras dan diisi udang maka saya diperbolehkan untuk memanah ikan bandeng nya. Tentu saja dengan tambak seluas itu dengan jumlah ikan yang sedikit menambah tingkat kesulitannya selain air yang keruh sehingga tidak bisa melihat ikan, dan kedalaman tambak ini sangat dalam. Tetapi saya tidak putus semangat. Saya mencoba membaca pergerakan air, dan mengandalkan instinct saya yang cukup lama terlatih saat saya aktif memancing fly fishing.
Singkat cerita saya berhasil mendapatkan 1 ekor ikan bandeng dengan berat kurang lebih 2 kg. Tonton video nya dibawah.
Pada tanggal 5 dan 7 Juni 2015, saya diminta oleh tim Eksis Abis Trans 7 untuk diliput tentang pembuatan primitive stone point (arrowhead) dan uji coba kekuatan penetrasi stone point nya melawan steel point dengan target buah semangka dan 1 ekor ayam.
Dibawah ini adalah hasil foto-foto selama syuting acara tersebut.
Day 1 - 5 Juni 2015
Day 2 - 7 Juni 2015
Karena selama bulan Ramadhan acara EksisAbis tidak tayang, maka kemungkinan liputan ini akan ditayangkan setelah lebaran idul fitri 2015.